Aktualisasi Pancasila Berdasarkan Etika Kebajikan Kristiani

Paulus Sugeng Widjaja

Abstract


Abstract. Pancasila is a minimal morality, reiteration of maximal moralities lived by various religious groups in Indonesia. As minimal morality, Pancasila is needed for social solidarity and criticism in the public sphere. Hence all religious groups in Indonesia, including Christians, need to continuously actualize the historical essence of the principles of Pancasila from the faith perspective of the respected religious group. This writing intends to demonstrate the actualization of the principles of Pancasila from the perspective of Virtues Ethics. Through this study it can be concluded that the essence of the Pancasila is not something apart from what Christians believe and live. Pancasila has its resonance in specific Christian virtues of hope, vulnerability, humility, forbearance, and empathy.

Abstrak. Pancasila adalah moralitas minimal yang merupakan reiterasi dari berbagai moralitas maksimal yang dimiliki oleh kelompok-kelompok agama yang berbeda-beda di Indonesia. Sebagai moralitas minimal, Pancasila dibutuhkan untuk solidaritas sosial dan kritik sosial di ruang publik. Oleh karena itu semua kelompok umat beragama di Indonesia, termasuk orang-orang Kristen, perlu terus menerus mengaktualisasikan esensi historis sila-sila Pancasila dari perspektif iman masing-masing. Tulisan ini bermaksud menunjukkan aktualisasi sila-sila Pancasila dari sudut pandang Etika Kebajikan. Melalui kajian ini dapat disimpulkan esensi sila-sila Pancasila bukanlah sesuatu yang asing dari apa yang diyakini serta dihidupi orang-orang Kristen. Sila-sila Pancasila mendapatkan resonansinya dalam kebajikan-kebajikan Kristiani yang spesifik, yaitu pengharapan, kerentanan, kerendahan hati, kesabaran sepenanggungan, dan empati.


Keywords


Pancasila; virtue; hope; vulnerability; humility; forbearance; empathy; kebajikan; pengharapan; kerentanan; kerendahan hati; kesabaran; empati

Full Text:

PDF

References


Afriansyah, Anggi. “Pancasila dalam Perbuatan.” Media Indonesia, October 9, 2019. https://mediaindonesia.com/read/detail/264186-pancasila-dalam-perbuatan.

Angkasa, Ig. Kingkin Teja. “Pendidikan Karakter Berbasis Pancasila.” Kompas.com, June 12, 2010. https://lifestyle.kompas.com/read/2010/12/06/09044572/Pendidikan.Karakter.Berbasis.Pancasila.

Azra, Azyumardi. “Kegalauan Identitas dan Kekerasan Sosial: Multikulturalisme, Demokrasi dan Pancasila.” EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial 1, no. 1 (July 5, 2012): 1-12–12. https://doi.org/10.15408/empati.v1i1.9656.

Baidhowi. “Khilafah Dalam Konteks Negara Pancasila.” Law Research Review Quarterly 2, no. 1 (2016): 497–516.

Chang, William. Menggali Butir-Butir Keutamaan. Penerbit Kanisius, 2002.

Darmaputera, Eka. Pancasila: Identitas dan Modernitas : Tinjauan Etis dan Budaya. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1987.

Dewangga, Thanon Aria. “Pendidikan Karakter Untuk Membangun Manusia Indonesia Yang Unggul.” Pendidikan Karakter Untuk Membangun Manusia Indonesia Yang Unggul (blog), December 21, 2012. http://deaneducation.blogspot.com/2012/12/pendidikan-karakter-untuk-membangun.html.

Entah, Aloysius R. “Indonesia: Negara Hukum Yang Berdasarkan Pancasila.” Law Research Review Quarterly 2, no. 1 (2016): 533–42.

Galtung, Johan. Peace by Peaceful Means: Peace and Conflict, Development and Civilization. London: Sage Publications, 1996. https://doi.org/10.4135/9781446221631.

Halim, Al. “Posisi Ideologi Pancasila Dalam Sistem Ketatanegaraan: Suatu Kajian Filsafat.” Law Research Review Quarterly 2, no. 1 (2016): 517–32.

Herutomo, Bambang. “Nilai-nilai Pancasila Tidak Bertentangan dengan Iman Kristen.” Kompasiana, November 21, 2018. https://www.kompasiana.com/bambangherut0m0b711/5bf5868712ae9472b10cf207/nilai-nilai-pancasila-tidak-bertentangan-dengan-iman-kristen.

Kamim, Anggalih Bayu Muh. “Pancasila Sebagai Payung Pendidikan Interreligius, Upaya Untuk Mengatasi Radikalisme Agama Di Indonesia.” Menara Ilmu Pancasila, Fakultas Filsafat UGM. Accessed January 22, 2020. https://drive.google.com/file/d/0B5oYZGP7oYzjVEF2eUdSRkxYeW8/view?usp=drive_open&usp=embed_facebook.

Kreider, Alan, Eleanor Kreider, and Paulus Widjaja. A Culture of Peace: God’s Vision for the Church. Intercourse, PA: Good Books, 2005.

Kustiasih, Rini. “Kemanusiaan Lahirkan Politik Emansipatoris.” Kompas.Id, January 9, 2020. https://kompas.id/baca/utama/2020/01/09/kemanusiaan-lahirkan-politik-emansipatoris/.

Latif, Martitah. “Reaktualisasi Ideologi Pancasila Dalam Semangat Pembentukan Hukum Yang Bermoral.” Law Research Review Quarterly 2, no. 01 (2016): 79–92. https://doi.org/10.15294/snh.v2i01.21404.

Latif, Yudi. “Memanjurkan Pancasila.” Kompas.Id, May 31, 2019. https://kompas.id/baca/opini/2019/05/31/memanjurkan-pancasila/.

———. “Menghidupkan Semangat Pancasila.” Media Indonesia, May 29, 2017. https://mediaindonesia.com/read/detail/106569-menghidupkan-semangat-pancasila.

———. Negara Paripurna. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2016.

———. “Pancasila Sebagai Titik Temu.” Libianko Sianturi. Accessed January 23, 2020. https://www.facebook.com/1753567298058416/posts/pancasila-sebagai-titik-temuyudi-latifcendekiawanmedia-indonesia-31-mei-2019pada/2309013885847085/.

Lederach, John Paul. The Moral Imagination: The Art and Soul of Building Peace. Reprint edition. Oxford: Oxford University Press, 2010.

Mangesti, Yovta Arie. “Hukum Humanis Berbasis Nilai Pancasila Dalam Rangka Revitalisasi Ideologi Di Aras Global.” Law Research Review Quarterly 2, no. 1 (2016): 567–84.

Mojau, Julianus. “Identitas-Identitas Teologis Kristen Protestan Indonesia Pasca Orde Baru: Sebuah Pemetaan Awal.” GEMA TEOLOGIKA: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian 2, no. 2 (October 30, 2017): 109–26. https://doi.org/10.21460/gema.2017.22.290.

Mustansyir, Rizal. “Pancasila Sebagai Sumber Kecerdasan Ideologis Bangsa Indonesia.” Menara Ilmu Pancasila, Fakultas Filsafat UGM, 2015. https://drive.google.com/file/d/0B5oYZGP7oYzjb05xNjhaSDVyWW8/view?usp=drive_open&usp=embed_facebook.

Nastiti, Aulia, and Sari Ratri. “Emotive Politics: Islamic Organizations and Religious Mobilization in Indonesia.” Contemporary Southeast Asia, ISEAS @ 50 Special Issue: Young Scholars in Southeast Asian Studies, 40, no. 2 (August 2018): 196–221.

Ngelow, Zakaria J. “Turut Membina Indonesia Sebagai Rumah Bersama - Peran Gereja Dalam Politik Di Indonesia.” Jurnal Jaffray 12, no. 2 (October 2, 2014): 213–34. https://doi.org/10.25278/jj71.v12i2.16.

Nugroho, Hastanti Widy. “Etika Keutamaan Dalam Nilai-Nilai Pancasila.” Menara Ilmu Pancasila, Fakultas Filsafat UGM. Accessed January 22, 2020. https://drive.google.com/file/d/0B35udylfjcr4d0lncDFrODcteDg/view?usp=drive_open&usp=embed_facebook.

Pattipeilohy, Stella Yessy Exlentya. “Ketuhanan Yang Berkebudayaan: Memahami Pancasila Sebagai Model Interkulturalitas.” GEMA TEOLOGIKA: Jurnal Teologi Kontekstual Dan Filsafat Keilahian 3, no. 2 (October 26, 2018): 121–46. https://doi.org/10.21460/gema.2018.32.363.

Rubiyo. “Restorasi Pancasila Sebagai Falsafah Bangsa.” Law Research Review Quarterly 2, no. 1 (2016): 19–30.

Samho, Bartolomeus, Stephanus Djunatan, Sylvester Kanisius Laku, and Andreas Doweng Bolo. Pancasila Kekuatan Pembebas. Edited by Lani Dwikoratno. Yogyakarta: Kanisius, 2012. repository.unpar.ac.id/handle/123456789/1671.

Sastroatmodjo, Sudjijono. “Membumikan Pancasila Sebagai Pola Perilaku Melalui Gerakan Bersama Pendidikan.” Law Research Review Quarterly 2, no. 1 (2016): 627–40.

Siregar, Christian. “Pancasila, Keadilan Sosial, Dan Persatuan Indonesia.” Humaniora 5, no. 1 (April 1, 2014): 107–12. https://doi.org/10.21512/humaniora.v5i1.2988.

Syamsuddin, M. Mukhtasar. “Redefining The Position Of Pancasila As Indonesian Philosophy In The Era Of Globalization.” Menara Ilmu Pancasila, Fakultas Filsafat UGM, 2017. https://drive.google.com/file/d/0B0mBqlO8o3d9S0lyMU44UFN4eFU/view?usp=drive_open&usp=embed_facebook.

Walzer, Michael. Thick and Thin: Moral Argument at Home and Abroad. 1st Edition. Notre Dame, Ind.: University of Notre Dame Press, 2019.

Widjaja, Paulus S. Character Formation and Social Transformation: An Appeal to The Indonesian Churches Amidst the So-Called Chinese Problem. Saarbrücken: VDM Verlag Dr. Müller, 2010.

———. “Membangun Teologi Politis di Indonesia (dari Teologi Sukses ke Politik Pelayanan dan Doksologi).” Gema Teologi, no. 59 (October 30, 2006). http://journal-theo.ukdw.ac.id/index.php/gema/article/view/236.

Widjojo, Agus. “Pemantapan Nilai-Nilai Ideologi Bangsa Dalam Rangka Penguatan Ketahanan Nasional Dalam Aras Global.” Law Research Review Quarterly 3, no. 1 (2016): 5–18.

Wijaya, Yahya. “Kepemimpinan Yesus Sebagai Acuan Bagi Kepemimpinan Gereja Masa Kini.” Jurnal Jaffray 16, no. 2 (July 24, 2018): 129–44. https://doi.org/10.25278/jj71.v16i2.287.

Yudhanti, Ristina. “Pancasila Dan Berbagai Permasalahan Aktual.” Law Research Review Quarterly 2, no. 1 (2016): 599–610.

Yudistira. “Aktualisasi & Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Menumbuh Kembangkan Karakter Bangsa.” Law Research Review Quarterly 2, no. 01 (2016): 421–36. https://doi.org/10.15294/snh.v2i01.21325.




DOI: https://doi.org/10.30648/dun.v4i2.247

Article Metrics

Abstract view : 956 times
PDF - 644 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Dunamis telah terdaftar pada situs:

View My Stats

Online ISSN : 2541-3945

Printed ISSN : 2541-3937

Copyright © Jurnal Dunamis 2016. All Rights Reserved.